Showing posts with label gigi. Show all posts
Showing posts with label gigi. Show all posts

Friday, November 11, 2011

Permasalahan pada Gigi

Penyakit yang menjangkiti mulut dan gigi adalah permasalahan umum yang terjadi di dunia, dan dialami oleh hampir semua orang dan dapat terjadi kapan saja. Tapi kenyataan ini bukan berarti akhir dari hidup Anda. Penyebab utama dari berbagai penyakit ini disebabkan oleh bakteri-bakteri yang hidup di dalam mulut.

Seperti halnya di tempat-tempat lain di tubuh kita, rongga mulut merupakan tempat hidup berjuta-juta bakteri. Namun, dari banyaknya bakteri tersebut, hanya beberapa saja yang bisa menyebabkan kekacauan dan menjadi sumber infeksi dan penyakit gigi. Untungnya, kita dapat mencegah pertumbuhan bakteri ini lewat menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride disetiap pagi setalah sarapan dan malam sebelum tidur. Dimalam hari, tingkat produksi saliva turun ke titik minimum. Hal ini menyebabkan gigi rawan terserang cairan asam yang ditimbulkan oleh bakteri yang akhirnya bisa menimbulkan gejala kerusakan pada gigi. Berikut adalah beberapa penyakit umum pada gigi yang harus diperhatikan:
  • Plak adalah lapisan lembut, lengket berwarna putih kekuningan yang terbentuk dari bakteri yang baru tumbuh dan sisa makanan. Pada satu milligram plak saja, bisa terdapat 200 hingga 500 jutabakteri. Bila Anda menempelkan lidah anda pada gigi dan terasa seperti berbulu, Yak itu adalah plak. Bila dibiarkan, plak itu bisa menimbulkan iritasi gusi dan menyebabkan gigi berlubang juga kerusakan lainnya pada gigi. Gosoklah gigi Anda 2 kali sehari menggunakan pasta berflouride untuk menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri ini di dalam mulut Anda.
  • Karang adalah lapisan keras, berwarna kuning pucat yang berasal dari plak yang lama tak dibersihkan seiring dengan matinya bakteri-bakteri dan termineralisasikan. Bila karang gigi telah terbentuk, Anda tak dapat menghilangkannya dengan menggosok gigi saja, Anda harus menghambat pertumbuhannya dengan menyikat gigi menggunakan pasta gigi formula spesial anti karang gigi. Dokter gigi Anda dapat menghilangkan karang ini dengan mudah. Namun yang terbaik untuk dilakukan adalah membersihkan plak-plak gigi sebelum mereka menjadi karang gigi dengan menggosok gigi 2 kali sehari di setiap pagi dan malam.
  • Periodontal atau radang gusi terjadi akibat plak menyusup turun ke dalam gusi dan mengiritasi gusi. Fase pertama dari penyakit gusi disebut dengan gingivitis. Gejalanya gusi tampak berwarnah merah, bengkak dan bahkan berdarah, namun biasanya tak diikuti dengan rasa sakit, jadi biasa untuk diabaikan. Bila fase ini dibiarkan, plak akan terus menyusup turun ke bagian gusi lebih bawah lagi, kondisi akan semakin memburuk dan jaringan pengikat gigi pada rahang dapat terlepas. Hal ini dapat mengakibatkan gigi copot dan kita kehilangan gigi kita. Versi yang lebih buruknya disebut dengan periodontitis. Orang memang bisa tak beruntung dan mengalami hal ini, namun kita harus memberikan kesempatan terbaik kepada diri kita untuk menghindari masalah ini. Yakni dengan membersihkan plak pada gigi dengan sangat hati-hati. Termasuk pula menyikat gigi 2 kali sehari, pagi dan malam
  • Kerusakan gigi atau ’gigi berlubang’: kerusakan gigi muncul ketika kadar gula dalam makanan berubah bentuk menjadi cairan asam karena bereaksi dengan beberapa jenis bakteri yang hidup pada gigi. Penyerangan cairan asam ini bisa terjadi pada hitungan 1 jam yang mengakibatkan menghilangnya kalsium pada gigi. Cairan saliva berfungsi sebagai pelindung mulut alami dan dapat mengembalikan sedikit kalsium pada gigi: pada fase paling awal, kerusakan pada gigi masih dapat ditangani. Namun penyerangan cairan asam yang rutin dapat melemahkan lapisan enamel sehingga merusak gigi secara permanen, gigipun mulai rusak dan berlubang. Bila mulai menembus lapisan dentin, maka rasa sakitpun mulai terasa. Bila menembus semakin jauh ke pulpa, akan mengakibatkan infeksi, bernanah dan gigi menjadi sangat rusak hingga tak tertolong lagi.

Dampak pada gigi

Tahap 1: Lapisan email terserang Tahap 2: Lapisan dentin terpengaruh Tahap 3: Pulpa terkena dan rasa sakitpun mulai muncul Tahap 4: Gigi mulai berlubang dan mengarah pada rongga bernanah

APA YANG TERJADI DIMALAM HARI?

Ketika malam, gigi menjadi lebih rentan di serang oleh cairan asam karena mulut menurunkan jumlah produksi salivanya yang berfungsi untuk melindungi gigi. Akibatnya pertahanan gigi menjadi melemah dari serangan cairan asam. 

 sumber http://sikatgigipagimalam.com/node/13

Makanan penyebab bau mulut

Bau mulut yang tidak sedap dipicu oleh banyak hal, di antaranya kandungan senyawa tertentu yang terdapat dalam makanan sehari-hari. Jenis makanan yang bisa memicu penyeba bau mulut sangat beragam, bukan sekedar petai dan jengkol
Beberapa jenis makanan bisa memicu bau mulut karena kandungan senyawa tertentu di dalamnya, misalnya asam dan protein. Namun ada juga jenis makanan yang memicu bau mulut karena sifat fisiknya, misalnya menyebabkan mulut kering sehingga memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Berikut ini beberapa jenis makanan dan minuman penyebab bau mulut, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu. 

  1. Bawang Bawang putih dan bawang merah mengandung senyawa sulfur dan mercaptan yang memiliki bau tidak sedap. Di saluran pencernaan, kedua senyawa itu diserap lalu didistribusikan oleh darah ke seluruh tubuh termasuk paru-paru. Dari paru-paru, uapnya ikut keluar bersama udara pernapasan dan memicu bau mulut. 

  2. Daging Bumbu-bumbuan yang dipakai untuk memasak daging bisa memicu bau mulut, sementara serat daging yang terselip di sela-sela gigi jika tidak dibersihkan juga bisa membusuk dan memicu bau tidak sedap. Untuk mengatasi bau yang dipicu oleh bumbu-bumbuan, tambahkan jeruk nipis dalam masakan dan biasakan untuk gosok gigi setelah makan daging. 

  3. Susu Di dalam mulut, susu dan berbagai produk olahannya termasuk keju dan yoghurt dapat membentuk senyawa amino. Senyawa ini diubah menjadi senyawa sulfur oleh mikroba alami yang terdapat di permukaan lidah sehingga baunya menjadi tidak sedap. 

  4. Gula Permen, minuman bersoda dan kue yang mengandung gula bisa menjadi makanan bagi bakteri dan mikroba alami yang ada di mulut. Hasil metabolisme para mikroba ini adalah senyawa sulfur yang menyebabkan bau mulut tidak sedap. 

  5. Telur Seperti halnya daging merah dan kacang-kacangan, telur mengandung banyak protein yang bisa memicu bau mulut. Saat bereaksi dengan cairan asam di saluran pencernaan, protein melepaskan bau tidak sedap yang bisa terbawa kembali ke rongga mulut. 

  6. Kopi dan alkohol Alkohol dapat membuat mulut kering sementara kopi meningkatkan keasaman rongga mulut. Keduanya merupakan faktor pemicu pertumbuhan bakteri anaerob yang berlebihan sehingga bau mulut tidak sedap. 

  7. Rokok Bukan hanya asap rokoknya yang bau, tetapi racun tembakau juga membuat rongga mulut jadi lebih kering. Sama seperti alkohol, efeknya bagi bakteri anaerob adalah memicu petumbuhan dan perkembangbiakan. 

 sumber http://besteasyseo.blogspot.com/2011/02/penyebab-bau-mulut-bau-nafas-mulut-tak.html

Dari gigi susu sampai gigi tetap

Di dalam mulut kita terdapat 20 gigi susu, yang secara ukuran lebih kecil ketimbang 32 gigi tetap orang dewasa. Susunan gigi tetap terdiri dari empat gigi seri, dua gigi taring, serta empat gigi geraham pada setiap rahang (atas dan bawah). Gigi susu mulai terbentuk ketika bayi berada di dalam kandungan, namun baru tumbuh pada bayi berumur 5 hingga 8 bulan. Biasanya pertumbuhan gigi pada bayi perempuan lebih cepat ketimbang pada pada bayi laki-laki. Gigi susu muncul secara keseluruhan ketika anak berumur 2 hingga 3 tahun. Gigi susu satu per satu mulai tanggal ketika anak berumur 6 hingga 12 tahun. Keempat gigi seri tergantikan dengan gigi seri tetap, dua gigi taring susu digantikan dengan dua gigi taring tetap serta empat gigi geraham digantikan dengan empat gigi geraham kecil disetiap rahangnya. Pada umur 6 tahun, empat gigi geraham akan muncul di bagian paling belakang jajaran gigi. Gigi geraham ini tidak dimiliki oleh gigi susu. Ketika memasuki 13 tahun, seorang anak secara normal, seharusnya tak memiliki lagi sisa gigi susu. Melainkan memiliki 28 dari 32 gigi tetap yang sudah muncul. Gigi terakhir yang akan muncul adalah gigi geraham ketiga (lihat keatas), dimana waktunya pada setiap orang banyak berbeda. Bisa di akhir masa puberitas bahkan di akhiran umur 20-an (25 tahun ke atas).

PENTINGNYA GIGI SUSU

Seiring dengan tanggalnya gigi-gigi susu, pada umumnya kita beranggapan kalau gigi-gigi susu tersebut tidaklah memiliki arti yang terlalu penting. Padahal pada kenyataannya adalah sebaliknya. Berikut adalah penjelasan akan pentingnya gigi susu:
  • Gigi susu penting sebagai perkenalan pertama di dalam aktifitas memakan makanan: mengunyah, mengigit dan menumbuk.
  • Gigi susu menjadi panduan kepada gigi tetap; mengatur jarak antar gigi yang benar, gigi susu juga memastikan agar gigi tetap masuk ke jalurnya masing-masing dengan tepat. Bila kita kehilangan gigi susu kita akibat kerusakan ataupun lainnya, maka hal ini bisa menyebabkan gigi tetap akan tumbuh miring bahkan berdempetan.
  • Gigi susu memberi pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan otot rahang dan muka.
  • Penyakit dan gejala kerusakan gigi pada gigi susu, dapat dengan mudah menular kepada gigi tetap ketika gigi-gigi ini mulai tumbuh. Gigi susu geraham biasanya akan tetap menempati posisinya hingga kisaran usia 10 -12 tahun sehingga memberikan waktu banyak bagi penyakit dan gejala kebusukan gigi menular pada gigi tetap yang terletak berdampingan pada mereka.
  • Bila hal tersebut menyebar hingga ke akar gigi, maka infeksi di dalam gigi susu yang berlubang akan mengganggu perkembangan gigi tetap yang terletak dibawah gigi susu tersebut.

CERMATI BILA GIGI TETAP MULAI TUMBUH (MASA GABUNGAN ANTARA GIGI SUSU DAN GIGI TETAP)

Masa ini bermulai bila umur anak sudah mencapai 6 tahunan, dimana kedua jenis gigi, gigi susu dan gigi tetap sebagian telah tumbuh di dalam mulut. Yang perlu diketahui:
  • Gigi tetap yang baru tumbuh belumlah dewasa (gigi muda). Masa-masa ini adalah masa kritikal dimana gigi tetap masih rentan dan mudah terserang penyakit hingga terjadi kerusakan gigi.
  • Biasanya gigi geraham anak umur 6 tahun rawan terserang kerusakan gigi. Ini dikarenakan gigi geraham tersebut letaknya paling belakang dan biasa terlupakan ketika menyikat gigi.
  • Gigi gabungan antara gigi susu dan gigi tetap ini membuat mereka menjadi lebih sulit untuk dilindungi dan dibersihkan.

sumber http://sikatgigipagimalam.com/node/12

Apa itu Karies Gigi, penyebab dan gejalanya

  

Karies gigi (kavitasi) adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Jika tidak diobati oleh seorang dokter gigi, karies akan terus tumbuh dan pada akhirnya menyebabkan gigi tanggal. Tergantung kepada lokasinya, pembusukan gigi dibedakan menjadi: 

 1. Pembusukan permukaan yang licin/rata. Merupakan jenis pembusukan yang paling bisa dicegah dan diperbaiki, tumbuhnya paling lambat. Sebuah karies dimulai sebagai bintik putih dimana bakteri melarutkan kalsium dari email. Pembusukan jenis ini biasanya mulai terjadi pada usia 20-30 tahun. 

 2. Pembusukan lubang dan lekukan. Biasanya mulai timbul pada usia belasan, mengenai gigi tetap dan tumbuhnya cepat. Terbentuk pada gigi belakang, yaitu di dalam lekukan yang sempit pada permukaan gigi untuk mengunyah dan pada bagian gigi yang berhadapan dengan pipi. daerah ini sulit dibersihkan karena lekukannya lebih sempit daripada bulu-bulu pada sikat gigi. 

 3. Pembusukan akar gigi. Berawal sebagai jaringan yang menyerupai tulang, yang membungkus permukaan akar (sementum). Biasanya terjadi pada usia pertengahan akhir. Pembusukan ini sering terjadi karena penderita mengalami kesulitan dalam membersihkan daerah akar gigi dan karena makanan yang kaya akan gula. Pembusukan akar merupakan jenis pembusukan yang paling sulit dicegah. 

 4. Pembusukan dalam email. Pembusukan terjadi di dalam lapisan gigi yang paling luar dan keras, tumbuh secara perlahan. Setelah menembus ke dalam lapisan kedua (dentin, lebih lunak), pembusukan akan menyebar lebih cepat dan masuk ke dalam pulpa (lapisan gigi paling dalam yang mengandung saraf dan pembuluh darah). Dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk menembus email, tetapi perjalanannya dari dentin ke pulpa hanya memerlukan waktu 1 tahun. karena itu pembusukan akar yang berasal dari dalam dentin bisa merusak berbagai struktur gigi dalam waktu yang singkat. Gejala dan Penyebab Karies Gigi  

Hal-hal yang mendukung terjadinya karies gigi: * gigi yang peka, yaitu gigi yang mengandung sedikit fluor atau memiliki lubang, lekukan maupun alur yang menahan plak. * bakteri, mulut mengandung sejumlah besar bakteri, tetapi hanya bakteri jenis tertentu yang menyebabkan pembusukan gigi. yang paling sering adalah bakteri streptococcus mutans. * sisa-sisa makanan. Dalam keadaan normal, di dalam mulut terdapat bakteri. bakteri ini mengubah semua makanan (terutama gula dan karbohidrat) menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan dan ludah bergabung membentuk bahan lengket yang disebut plak, yang menempel pada gigi. plak paling banyak ditemukan di gigi geraham belakang. Jika tidak dibersihkan maka plak akan membentuk mineral yang disebut karang gigi (kalkulus, tartar). Plak dan kalkulus bisa mengiritasi gusi sehingga timbul gingivitis. Gejala Tidak semua nyeri gigi disebabkan karena kavitasi. Sakit gigi dapat terjadi karena: • akar tercemar, tetapi tidak membusuk • terlalu kuat mengunyah • gigi patah. Penyumbatan sinus bisa menyebabkan gigi atas menjadi peka. 

Biasanya, suatu kavitasi di dalam enamel tidak menyebabkan sakit; nyeri baru timbul jika pembusukan sudah mencapai dentin. Nyeri yang dirasakan jika meminum minuman dingin atau makan permen menunjukkan bahwa pulpa masih sehat. Jika pengobatan dilakukan pada stadium ini, maka gigi bisa diselamatkan dan tampaknya tidak akan timbul nyeri maupun kesulitan menelan. Suatu kavitasi yang timbul di dekat atau telah mencapai pulpa menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Nyeri tetap ada walaupun perangsangnya dihilangkan (contohnya air dingin ). 

Bahkan gigi terasa sakit meskipun tidak ada perangsangan (sakit gigi spontan). Jika bakteri masuk ke dalam pulpa dan pulpa mati, maka untuk sementara waktu nyeri akan hilang. tetapi tidak lama kemudian (beberapa jam sampai beberapa hari) jika dipakai untuk menggigit atau jika lidah maupun jari tangan menekan gigi yang terkena, maka gigi menjadi peka karena peradangan dan infeksi telah menyebar keluar dari ujung akar dan menyebabkan abses (penumpukan nanah). Nanah yang terkumpul di sekitar gigi cenderung akan mendorong gigi keluar dari kantongnya. proses menggigit akan mengembalikan gigi ke tempatnya, disertai nyeri yang luar biasa. Nanah bisa terus terkumpul dan menyebabkan pembengkakan pada gusi di dekatnya atau bisa menyebar lebih jauh melalui rahang (selulitis) dan mengalir ke dalam mulut atau bahkan menembus kulit di dekat rahang.

Hal-Hal yang Menyebabkan Gigi Berwarna Kuning

17 hal yang membuat gigimu berwarna kuning Hal-Hal yang Menyebabkan Gigi Berwarna Kuning: Mempunyai masalah dengan gigi yang berwarna kuning kadang membuat kita malu dan jadi gak percaya diri [PEDE]. Walaupun kita udah rajin menggosok gigi 2x sehari atau mungkin lebih tapi gigi masih kuning, pasti bikin kita bingung. Banyak hal yang menyebabkan gigi berwarna kuning.
Penyebab Gigi Berwarna Kuning
Penyebab Gigi Berwarna Kuning
Berikut beberapa


hal yang menyebabkan gigi berwarna kuning yang harus kamu ketahui: * Pengaruh Usia Dengan bertambahnya usia, produktivitas tubuh untuk menyerap nutrisi dan vitamin semakin menurun, dan kalsium yang diserap tubuh semakin lama semakin sedikit, akhirnya gigi akan semakin berwarna gelap. Gigi membutuhkan pasta gigi yang berkualitas untuk menjaga kekuatan gigi dari luar, agar tidak mudah rapuh.

Kebiasaan Merokok Kandungan nikotin di dalam rokok menyebabkan ruang mulut menjadi asam, nikotin-nikotin terikat pada elemen gigi dan tinggal pada dinding-dinding gigi. Karena itu hampir setiap merokok mempunyai masalah gigi kuning dan sulit untuk punya gigi putih bersih.

Warna Gigi Asli Masing-masing orang memiliki warna dasar gigi yang berbeda. Ada yang pada dasarnya memiliki gigi putih, namun ada juga yang tidak. Warna gigi ini dipengaruhi oleh pembentukan tulang, yang pada dasarnya memiliki genetika yang berbeda.

Pengaruh bahan kimia dan obat-obatan Pada obat yang biasa kita konsumsi biasanya terkandung beberapa bahan kimia yang bisa menyebabkan gigi berwarna kuning. Buat kamu yang tergantung pada obat-obatan tertentu cobalah untuk menghindarinya.

Pemutih Gigi Biasanya pemutih gigi bekerja dengan mengerosi gigi dan bekerja tidak maksimal. Jadi, bukannya memutihkan gigi, tapi malah mengikis gigi, membuatnya rapuh dan membuat gigi jadi kuning.

Efek Obat Mata Kandungan kimia dalam obat tetes mata menekan produksi saliva (penetralisir asam di dalam mulut), asam di mulut akan meningkat dan bakteri berkembang lebih pesat. Hal itu yang menjadi salah satu penyebab gigi menjadi kuning.

Tebal Tipisnya Dinding Gigi Setiap orang memiliki bentuk gigi dan ketebalan yang berbeda-beda. Tebal tipisnya dinding gigi ini kemudian mempengaruhi warna gigi. Dinding gigi yang tipis cenderung lebih transparan dan kuning. Gigi jenis ini pada umumnya membutuhkan bleaching agar bisa putih. Sedangkan gigi yang tebal cenderung berwarna terang.

Berenang Meurut penelitian, kandungan klorin yang tinggi di dalam air kolam membuat banyak perenang yang mengalami kerusakan pada gigi serta gigi berwarna kuning. Karena Klorin mempengaruhi pH air yang menyebabkan kandungan asam lebih tinggi. Dianjurkan setelah berenang jangan lupa menyikat gigi.

Teh Herbal Mungkin untuk menjaga kelangsingan tubuh, banyak yang mengkonsumsi teh herbal, karena tubuh terasa lebih bugar, langsing dan lebih sehat. Tapi ternyata teh herbal mempunyai efek samping yang membuat gigi berwarna kuning. Cobalah beralih mengkonsumsi teh hijau, karena mengandung katekin untuk menekan bakteri pemroduksi asam di gigi dan mencegah gigi berwarna kuning.

Minuman Berenergi Minuman berenergi biasanya mengandung gula dan asam, yang dibuat untuk menggantikan energi dan garam yang hilang saat berolahraga. Tapi minuman berenergi bersifat korosif ketimbang air mineral, dan Zat kimia yang terkandung dalam minuman berenergi cenderung merusak dan mengikis gigi.

Anggur Putih (White Wine) Menurut penelitian, ternyata anggur putih justru memberikan efek lebih buruk bagi gigi, karena Anggur putih lebih cepat mengikis gigi.

Penyakit Diabetes Banyak penderita diabetes yang tidak menyadari bahwa penyakit ini mempengaruhi keadaan gigi. Karena penyakit Diabetes memang mengakibatkan efek gigi kuning, rapuh dan gigi keropos.

Stress dan Tidak Rajin Menggosok Gigi Selain menimbulkan Jerawat di wajah, stress juga menimbulkan kerak dan penipisan dinding gigi. Apalagi kalo kamu tidak rajin menggosok gigi, akan banyak kuman yang menimbulkan berbagai gangguan/penyakit di dalam mulut yang berakibat buruk pada gigi.

Karena Trauma Ada beberapa kasus penyebab gigi berwarna kuning karena trauma, misalnya akibat jatuh atau benturan keras, warna gigi juga ikut terpengaruhi. Semakin besar trauma yang terjadi kondisi gigi tidak akan baik. Dan warna gigi akan semakin gelap.

Membuka Kemasan Dengan Gigi Ada sebagian orang yang menggunakan gigi untuk membuka kemasan, mungkin karena gigi yang kuat. Tapi ternyata kebiasaan ini akan membuat gigi lebih mudah rapuh dan lemah. Ketika gigi rapuh, secara otomatis warnanya tidak akan sehat dan cenderung menguning.

Menyikat Gigi Setelah Makan yang Manis Mempunyai kebiasaan menyikat gigi setelah makan yang manis-manis, harus dihilangkan. Karena setelah proses pengunyahan mulut cenderung bersifat asam, selanjutnya gigi menetralisir keadaan mulut dengan mengeluarkan enamel untuk melindungi gigi. Dengan menyikat gigi, maka enamel akan terbuang dan bakteri bebas berkembang. Disarankan menyikat gigi setidaknya 1 jam setelah makan yang manis-manis.

Kebiasaan Makan Kebiasaan mengkonsumsi makanan juga berpengaruh terhadap warna gigi. Beberapa makanan berwarna dapat membuat gigi menjadi kuning dan gelap. Seperti: anggur, kopi, teh, soda, wortel, jeruk, dan makanan yang mengandung warna lainnya. Makanan yang mengandung pewarna akan membuat gigi tidak putih lagi. Asam yang terkandung dalam buah-buahan masam akan memicu munculnya warna kuning dari gigi.

sumber http://www.widyadara.com/17-penyebab-gigi-menjadi-berwarna-kuning.html